Pada tanggal 22 Mei 2025, Atdag Canberra menggelar rapat lanjutan membahas Nota Kesepahaman (MoU) Halal Australia bersama Global Australian Halal Certification (GAHC). Rapat ini merupakan bagian dari tindak lanjut strategis atas pertemuan Atdag dengan Menteri Perdagangan RI pada bulan Januari 2025, yang kemudian ditindaklanjuti melalui serangkaian pertemuan teknis lintas pihak guna memperkuat posisi produk halal Indonesia di pasar Australia.
Diskusi dalam rapat difokuskan pada penyempurnaan poin-poin kerja sama dalam draf MoU, dengan penekanan pada strategi adaptasi pasar yang menjadi kunci utama keberhasilan penetrasi produk halal, terutama di negara non-Muslim seperti Australia. Sejalan dengan semangat program UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi Siap Adaptasi), pendekatan halal yang fleksibel dan berbasis permintaan pasar menjadi prioritas dalam perumusan kerja sama ini.
Salah satu hal menarik yang menjadi dasar penguatan kerja sama adalah tren peningkatan konsumsi produk halal di Australia, yang terus tumbuh tidak hanya karena komunitas Muslim lokal, tetapi juga karena preferensi konsumen terhadap produk yang clean, ethical, dan traceable—karakteristik yang kerap dikaitkan dengan standar halal. Hal ini membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia yang telah tersertifikasi halal untuk masuk ke segmen pasar yang lebih luas di Australia, termasuk kalangan non-Muslim.
MoU yang sedang disusun ini diharapkan dapat menjadi payung kerja sama jangka panjang antara otoritas halal di Indonesia dan Australia, khususnya dalam hal pengakuan sertifikasi, promosi bersama, edukasi pasar, dan fasilitasi UMKM. Adapun rencana penandatanganan MoU dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2025, bertepatan dengan pelaksanaan BSI Halal Expo, sebuah ajang promosi halal yang akan digelar di Australia dan menjadi momentum ideal untuk peluncuran resmi kerja sama ini.
Atdag Canberra berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekspor halal Indonesia melalui pendekatan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan kerja sama lintas otoritas dan pelaku industri halal, Indonesia siap menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global, termasuk di pasar negara-negara non-Muslim seperti Australia.
