Pada hari Rabu, 21 Mei 2025, Atase Perdagangan Canberra berpartisipasi dalam rapat pembahasan peningkatan daya saing komoditi gambir yang diselenggarakan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenkopangan). Rapat ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengembangkan komoditas strategis Indonesia agar lebih kompetitif di pasar global, termasuk memperkuat dukungan lintas sektor dalam membangun rantai pasok dan ekosistem perdagangan yang berkelanjutan.
Gambir, sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang berasal dari tanaman Uncaria gambir, memiliki berbagai manfaat industri, mulai dari penyamakan kulit, bahan pewarna alami, kosmetik, farmasi, hingga digunakan dalam industri makanan dan minuman. Indonesia merupakan salah satu produsen utama gambir di dunia, namun komoditas ini masih menghadapi tantangan dari sisi hilirisasi, sertifikasi, dan akses pasar internasional yang terbatas.
Dalam konteks pasar Australia, peluang ekspor gambir cukup terbuka, terutama untuk kebutuhan industri kimia, natural dye (pewarna alami), hingga bahan baku herbal dan kosmetik organik. Konsumen dan pelaku industri di Australia saat ini menunjukkan tren meningkat terhadap produk-produk berbasis natural, sustainable, dan ethically sourced, yang dapat menjadi positioning strategis bagi produk gambir Indonesia. Namun demikian, dibutuhkan peningkatan nilai tambah, standar mutu internasional, dan narasi produk yang kuat untuk menembus pasar ini secara lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, Atdag Canberra akan melakukan pemetaan permintaan dan potensi buyer industri di Australia yang relevan dengan gambir. Rencana ke depan termasuk penjajakan business matching dengan pelaku industri Australia, promosi di pameran produk alami dan kosmetik, serta koordinasi dengan dinas dan asosiasi penghasil gambir di Indonesia untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas produk.
Dukungan dari lintas kementerian/lembaga sangat penting dalam mengakselerasi daya saing gambir Indonesia. Dengan sinergi yang kuat, komoditas ini diharapkan tidak hanya menjadi produk ekspor bernilai tinggi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi langsung bagi petani dan pelaku usaha di daerah penghasil.
