
Dalam upaya menindaklanjuti hasil dari Trade Expo Indonesia (TEI) yang baru saja berlangsung, Atdag Canberra berpartisipasi dalam rapat pertemuan bersama dengan tim dari Direktorat Perundingan Kementerian Perdagangan, KBRI Wellington, FTA Support Center, dan pelaku ekspor sorgum Indonesia. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan peluang dan membahas teknis regulasi terkait ekspor sorgum, sebuah komoditas potensial yang kian diminati di pasar internasional.
Pada kesempatan ini, berbagai pihak mendalami aspek regulasi yang berkaitan dengan ekspor sorgum ke negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement, FTA) dengan Indonesia, termasuk Australia dan beberapa negara lainnya. Diskusi meliputi pemahaman yang lebih detail mengenai persyaratan masuk, standar mutu, serta prosedur ekspor yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha. Dengan adanya FTA, peluang untuk mengekspor sorgum ke negara-negara tersebut semakin terbuka lebar, mengingat keuntungan tarif yang lebih kompetitif serta prosedur yang lebih efisien.
Atdag Canberra, bersama tim pendukung dari FTA Support Center, berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku ekspor sorgum Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang pasar yang ada, terutama di Australia dan negara-negara yang telah memiliki FTA dengan Indonesia. Dalam rangka meningkatkan daya saing sorgum Indonesia di pasar global, langkah-langkah promosi, penguatan jaringan bisnis, dan pemenuhan standar ekspor akan terus didorong. Melalui sinergi antara pemerintah, perwakilan dagang, dan pelaku usaha, ekspor sorgum diharapkan dapat semakin berkembang dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional.


