Pada 6 November 2025, Atdag Canberra mengadakan pertemuan dengan Bespoke untuk membahas tindak lanjut kegiatan promosi kuliner Indonesia, sekaligus mengevaluasi berbagai peluang yang muncul pasca Trade Expo Indonesia (TEI). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat posisi produk kuliner Indonesia di pasar internasional, khususnya di Australia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi besar untuk produk makanan dan minuman.
Diskusi dimulai dengan pembahasan mengenai perkembangan terbaru dalam rencana ekspansi kuliner Indonesia, termasuk persiapan kegiatan Flavours Live yang akan datang. Atdag Canberra dan Bespoke meninjau kembali konsep acara tersebut, memastikan bahwa kegiatan promosi kuliner mampu menghadirkan pengalaman yang menarik bagi audiens Australia sekaligus memberikan eksposur maksimal bagi berbagai produk unggulan Indonesia. Pembahasan ini mencakup format acara, pemilihan menu, serta strategi pemasaran yang dapat menarik minat publik.
Selanjutnya, kedua pihak menyoroti tindak lanjut dari hasil promosi yang telah dilakukan selama Trade Expo Indonesia (TEI). Beberapa peluang bisnis yang muncul selama TEI dinilai perlu diolah lebih lanjut agar dapat menghasilkan kolaborasi konkret. Fokus diskusi diarahkan pada identifikasi mitra potensial, pemetaan ketertarikan buyer, serta langkah praktis untuk menjaga komunikasi dan meningkatkan peluang kerja sama. Atdag Canberra menekankan pentingnya kesinambungan tindak lanjut agar momentum TEI dapat dimaksimalkan.
Pertemuan ini juga menyentuh strategi jangka panjang untuk memperkenalkan produk kuliner Indonesia secara lebih agresif di pasar internasional. Pembahasan mencakup bagaimana kolaborasi dengan Bespoke dapat mendukung penetrasi pasar, mulai dari strategi branding, pengemasan, hingga pemilihan kanal distribusi yang paling efektif. Kedua pihak sepakat bahwa pendekatan yang komprehensif diperlukan agar produk Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di pasar global.
Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, Atdag Canberra dan Bespoke merencanakan pertemuan tatap muka di Sydney guna membahas langkah-langkah konkret penguatan kolaborasi dalam sektor kuliner dan bisnis. Pertemuan lanjutan ini diharapkan dapat menghasilkan agenda kerja yang lebih detail, termasuk timeline pelaksanaan, pembagian peran, serta mekanisme koordinasi. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing produk Indonesia di Australia dapat berjalan lebih sistematis dan berdampak nyata.

