Delegasi Australia menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia melalui partisipasi aktif pada ajang Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) 2025. Kegiatan yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran pada 8–12 Oktober 2025 ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi di sektor ekonomi syariah dan perdagangan berbasis halal.
Dalam gelaran ISEF 2025, dua perusahaan asal Australia, yakni ASCA dan Eastern Cross, berhasil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan mitra Indonesia. ASCA menandatangani kerja sama di sektor produk kopi, sementara Eastern Cross menjalin kesepakatan dalam bidang makanan dan minuman (FnB). Nilai total komitmen kerja sama yang disepakati mencapai lebih dari US$750.000, menandai capaian signifikan dalam hubungan dagang bilateral antara kedua negara.
Partisipasi delegasi Australia di ISEF tidak hanya memperlihatkan minat tinggi terhadap produk-produk unggulan Indonesia, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pasar internasional, termasuk Australia, semakin terbuka terhadap potensi industri halal dan produk ekspor nasional. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah di kawasan.
Menariknya, kedua perusahaan Australia tersebut juga akan melanjutkan partisipasi mereka di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) yang diselenggarakan di ICE BSD. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi para pelaku usaha Indonesia, khususnya yang bergerak di sektor kopi dan FnB, untuk bertemu langsung dengan para buyer potensial dari Australia dan menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut.
Melalui kehadiran delegasi Australia di ISEF dan TEI 2025, diharapkan hubungan dagang antara Indonesia dan Australia semakin kuat. Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang ekspor yang lebih luas, tetapi juga memperkokoh posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan dan ekonomi global berbasis nilai-nilai halal dan keberlanjutan.

