Pada 21 November 2025, Atdag Canberra menghadiri rapat koordinasi yang diselenggarakan bersama Ibu Deputy Chief of Mission (DCM), Koordinator Fungsi Pensosbud, serta perwakilan InJourney untuk membahas perkembangan Program UMK Warteg Go Internasional. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk meninjau peluang pengembangan UMK Indonesia, khususnya pelaku usaha kuliner, agar dapat menembus pasar global melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif. Program ini diinisiasi sebagai bagian dari komitmen memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan UMK dan pengenalan kuliner nusantara ke berbagai negara.
Dalam rapat tersebut, perwakilan InJourney memaparkan rencana sinergi antara program Corporate Social Responsibility (CSR) Angkasa Pura Indonesia dan inisiatif internasionalisasi UMK yang selama ini dijalankan oleh KBRI Canberra. Fokus utama pembahasan adalah bagaimana dukungan CSR dapat diarahkan untuk menciptakan ekosistem pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, standardisasi produk, sertifikasi, hingga fasilitasi promosi di luar negeri. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalur baru bagi UMK kuliner agar mampu memenuhi standar dan preferensi pasar internasional.
Sementara itu, KBRI Canberra melalui fungsi ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas unit agar program ini tidak berjalan secara terpisah, melainkan terintegrasi dalam satu kerangka besar. Koordinator Fungsi Pensosbud menyoroti aspek diplomasi budaya yang menjadi kekuatan utama kuliner Indonesia sebagai pintu masuk bagi pengenalan produk UMK di luar negeri. Pendekatan ini dianggap selaras dengan misi diplomasi Indonesia yang menggabungkan promosi budaya dan penguatan pelaku UMK sekaligus, sehingga dampaknya dapat lebih luas dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Atdag Canberra menjelaskan berbagai program kuliner dan promosi gastronomi Indonesia yang telah dilaksanakan sebelumnya di Australia, termasuk kegiatan food tasting, dukungan pada usaha kuliner Indonesia, dan partisipasi dalam festival budaya serta event perdagangan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Australia terhadap kuliner Indonesia terus meningkat, sehingga peluang untuk menghadirkan brand kuliner UMK—termasuk konsep Warteg modern—di pasar internasional semakin terbuka. Atdag Canberra menegaskan kesiapan untuk berperan aktif dalam fasilitasi bisnis, pendampingan, serta penjajakan peluang komersial bagi UMK yang akan dibawa ke Australia.
Rapat ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa sinergi antara KBRI Canberra, Angkasa Pura Indonesia melalui program CSR, InJourney, dan para pelaku UMK merupakan kunci untuk memperkuat positioning kuliner Indonesia dalam konteks diplomasi ekonomi global. Langkah strategis selanjutnya akan diarahkan pada penyusunan rencana kerja terintegrasi, pemetaan potensi UMK yang siap go international, serta penyelarasan dukungan lintas fungsi agar implementasi program berjalan efektif. Dengan kolaborasi yang semakin solid, Program UMK Warteg Go Internasional diharapkan dapat menjadi model sukses pengembangan UMK Indonesia di pasar luar negeri.

