Pada 19 November 2025, Atdag Canberra melakukan kunjungan ke restoran D’Penyetz & D’Cendol cabang Clayton sebagai bagian dari agenda pemetaan potensi kuliner Indonesia di Australia. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana restoran Indonesia berkembang dan beroperasi di pasar lokal, sekaligus memahami strategi bisnis yang memungkinkan brand kuliner nasional dapat bertahan dan bersaing dalam industri makanan yang sangat kompetitif di Australia. Kehadiran restoran tersebut menjadi representasi penting dari semakin besarnya minat masyarakat Australia terhadap cita rasa autentik Indonesia.
Selain mengunjungi cabang Clayton, Atdag Canberra juga menyempatkan diri untuk mengunjungi cabang lainnya yang berlokasi di Carlton dan Melbourne CBD, dua kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas mahasiswa, wisatawan, dan pekerja kantoran. Setiap cabang memiliki karakteristik konsumen yang berbeda, sehingga memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana D’Penyetz & D’Cendol menyesuaikan pelayanan, variasi menu, dan strategi pemasaran sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pasar setempat. Pengamatan ini menjadi masukan penting dalam memetakan pola konsumsi kuliner Indonesia di Australia.
Dalam diskusi dengan pihak manajemen restoran, Atdag Canberra mendapatkan informasi mengenai perkembangan ekspansi bisnis D’Penyetz & D’Cendol yang telah melampaui batas Australia. Selain membuka beberapa cabang di berbagai kota besar di Australia, jaringan restoran ini juga telah memiliki kehadiran internasional melalui cabang-cabang yang tersebar di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Myanmar, serta Indonesia sebagai basis utamanya. Jaringan ekspansi yang luas ini menunjukkan kemampuan brand kuliner Indonesia untuk bersaing dan diterima di berbagai negara dengan budaya konsumsi yang berbeda-beda.
Kunjungan ke berbagai cabang D’Penyetz & D’Cendol ini juga menjadi bagian dari upaya Atdag Canberra untuk mengidentifikasi peluang sinergi dalam pengembangan program kuliner Indonesia di Australia. Restoran-restoran seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai bisnis komersial, tetapi juga sebagai ambassador budaya melalui penyajian menu khas Indonesia kepada masyarakat global. Dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka lebar, keberadaan D’Penyetz & D’Cendol dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat diplomasi kuliner sekaligus mendukung internasionalisasi UMK Indonesia berbasis makanan dan minuman.

