Rapat Pembahasan General Review IA-CEPA

Pada 20–21 November 2025, Atdag Canberra berpartisipasi dalam rapat pendalaman kebijakan yang bertujuan menghimpun masukan komprehensif lintas sektor terkait implementasi Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju General Review (GR) IA-CEPA yang telah disepakati bersama Indonesia dan Australia sesuai dengan ketentuan Pasal 21.5 dalam perjanjian tersebut. Melalui forum ini, berbagai instansi pemerintah, asosiasi industri, dan perwakilan teknis dari kedua negara memberikan gambaran perkembangan implementasi perjanjian sejak diberlakukan, sekaligus mengidentifikasi peluang dan tantangan yang memerlukan pembahasan mendalam pada tingkat GR.

Rapat tersebut menjadi ruang diskusi penting bagi pemerintah Indonesia untuk menyampaikan evaluasi awal atas sejumlah sektor yang selama ini menjadi fokus utama dalam kerja sama IA-CEPA, termasuk perdagangan barang, jasa, investasi, ekonomi digital, hingga pengembangan kapasitas SDM. Atdag Canberra berperan aktif menyampaikan dinamika terbaru di lapangan, khususnya terkait pemanfaatan fasilitas perjanjian oleh pelaku usaha Indonesia di Australia. Beberapa catatan yang mengemuka antara lain kebutuhan penyederhanaan prosedur, penguatan mutual recognition, serta peningkatan akses industri tertentu yang memiliki potensi besar namun belum sepenuhnya teroptimalisasi melalui skema IA-CEPA.

Dari sisi Australia, perwakilan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) memberikan pemaparan mengenai prioritas mereka dalam tahap peninjauan umum, termasuk penguatan hubungan ekonomi jangka panjang, peningkatan transparansi perdagangan, serta pengembangan sektor-sektor strategis baru yang dapat memberikan manfaat bersama. Komunikasi terbuka antara kedua pihak menunjukkan adanya keselarasan dalam melihat IA-CEPA tidak hanya sebagai perjanjian dagang semata, tetapi sebagai kerangka kolaboratif yang harus terus disesuaikan dengan dinamika ekonomi global dan kebutuhan kedua negara yang terus berkembang. Diskusi ini menjadi fondasi awal dalam menyusun struktur pembahasan yang lebih mendalam pada tahap GR.

Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah pembahasan terkait penyusunan Terms of Reference (TOR) General Review IA-CEPA, yang saat ini tengah diformulasikan bersama oleh Kementerian Perdagangan RI dan DFAT Australia. TOR ini menjadi pedoman teknis yang akan menentukan ruang lingkup, metodologi, mekanisme konsultasi, serta target capaian dari proses peninjauan umum. Kedua negara sepakat untuk menyelesaikan penyusunan TOR pada awal 2026, sehingga proses GR dapat berlangsung secara terstruktur, inklusif, dan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang merefleksikan kepentingan bersama. Penyusunan TOR yang matang menjadi kunci agar proses GR tidak hanya bersifat administratif, melainkan substantif.

Secara keseluruhan, rangkaian rapat ini menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia dan Australia untuk memperkuat dan memperluas kerja sama melalui IA-CEPA. Baik dari sisi pemerintah maupun pemangku kepentingan industri, terdapat kesadaran bersama bahwa perjanjian ini memiliki potensi besar bagi peningkatan perdagangan dan investasi bilateral, sepanjang mekanismenya terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Keterlibatan aktif Atdag Canberra serta berbagai pihak terkait menunjukkan bahwa Indonesia siap memasuki tahap General Review dengan posisi yang lebih strategis, berbasis data, dan berorientasi pada pemanfaatan maksimal bagi pelaku usaha di kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Info Terkait