Atdag Canberra melakukan proses verifikasi terhadap laporan hasil kegiatan setelah rangkaian pameran Global Sourcing Expo (GSE) dan kegiatan Pop Up yang diselenggarakan di Melbourne pada 18–22 November 2025. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh data potensi transaksi yang tercatat selama acara tersebut sesuai dengan hasil interaksi bisnis yang terjadi di lapangan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam evaluasi dampak kegiatan promosi dagang yang dilaksanakan oleh perwakilan Indonesia.
Kegiatan GSE sebagai platform B2B memberikan ruang pertemuan antara pelaku usaha Indonesia dan berbagai buyer internasional, sehingga memunculkan potensi transaksi yang cukup besar. Melalui proses verifikasi, Atdag Canberra memastikan bahwa angka-angka yang dilaporkan benar-benar mencerminkan minat dan komitmen awal dari para calon mitra dagang. Dengan adanya klarifikasi yang akurat, perwakilan RI dapat menentukan tindak lanjut yang diperlukan untuk mengubah potensi menjadi transaksi riil.
Berdasarkan laporan yang telah diverifikasi, potensi transaksi dari partisipasi Indonesia pada pameran GSE mencapai nilai sekitar 6 juta dolar AS. Angka ini menggambarkan tingginya minat pasar Australia terhadap berbagai produk yang ditawarkan peserta dari Indonesia. Potensi tersebut juga menunjukkan bahwa keberadaan Indonesia dalam pameran skala internasional memiliki dampak ekonomi yang signifikan dan perlu terus diperkuat.
Sementara itu, kegiatan Discover Indonesia Pop Up Store yang lebih berorientasi pada pasar B2C mencatat potensi transaksi sebesar 6.000 dolar AS. Meski nilai transaksinya berada pada skala yang lebih kecil, kegiatan ini berperan penting dalam memperkenalkan produk Indonesia secara langsung kepada konsumen Australia. Pop Up Store tidak hanya membuka peluang penjualan, tetapi juga memperkuat citra produk Indonesia melalui pengalaman langsung yang dirasakan konsumen.
Kegiatan Pop Up juga memberi kontribusi terhadap peningkatan brand awareness serta membantu pelaku usaha memahami preferensi konsumen Australia secara lebih konkret. Melalui interaksi langsung, banyak UMKM Indonesia memperoleh masukan terkait kemasan, rasa, hingga strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada pasar internasional. Hal ini menjadi nilai tambah yang tidak tercatat dalam angka transaksi tetapi berdampak besar terhadap keberlanjutan usaha.
Sinergi antara kegiatan GSE yang bersifat business-to-business dan Pop Up yang bersifat business-to-consumer menunjukkan bahwa kedua jenis pendekatan pemasaran tersebut saling melengkapi. GSE menciptakan peluang transaksi besar melalui jejaring buyer, sementara Pop Up memperkuat penetrasi produk di pasar ritel. Kombinasi keduanya memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan peluang ekspor dalam jangka panjang.
Melihat hasil dan potensi yang berhasil dihimpun, Atdag Canberra menilai bahwa penyelenggaraan GSE dan Pop Up layak untuk terus dilanjutkan pada periode berikutnya. Konsistensi dalam menghadirkan kegiatan promosi yang terpadu diyakini dapat memperkuat posisi produk Indonesia di pasar Australia. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kegiatan serupa dapat memberikan hasil yang lebih optimal pada tahun-tahun mendatang.

