
Pada tanggal 3 Oktober 2024, Atdag Canberra bersama Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) dan Fungsi Ekonomi KBRI Canberra melakukan kunjungan ke The Sorbent Paper Company di Box Hill, Melbourne, Victoria. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi ekonomi untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam sektor industri pulp dan kertas. Sorbent, sebagai salah satu produsen produk tisu terbesar di Australia, memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan Indonesia, di mana bahan baku untuk seluruh produk tisu mereka—sebanyak 100%—diimpor dari Indonesia.
Selama kunjungan tersebut, delegasi Indonesia berkesempatan untuk melihat langsung operasional pabrik Sorbent dan bagaimana bahan baku yang diimpor dari Indonesia diolah menjadi produk berkualitas tinggi yang digunakan di seluruh Australia. Dubes RI menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Sorbent dalam menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama bahan baku mereka, sekaligus menyoroti pentingnya hubungan ini dalam mendukung pertumbuhan industri Indonesia. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi Sorbent dan pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama di masa depan, baik dalam hal pasokan bahan baku maupun inovasi produk yang ramah lingkungan.
Kunjungan ke Sorbent juga memiliki arti strategis karena perusahaan ini akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra Indonesia dalam acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 dengan nilai yang sangat signifikan, yaitu sebesar AU$200 juta. Nilai ini merupakan salah satu yang terbesar dari delegasi Australia di TEI, menandakan pentingnya kontribusi Sorbent dalam hubungan perdagangan bilateral. Penandatanganan MoU ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan kerjasama di bidang industri pulp dan kertas, tetapi juga menjadi simbol dari potensi besar yang dimiliki oleh hubungan ekonomi antara kedua negara.
Dengan site visit ini, Atdag Canberra, KBRI Canberra, dan perusahaan seperti Sorbent berharap dapat mendorong lebih banyak kolaborasi antara Indonesia dan Australia, tidak hanya dalam sektor bahan baku tetapi juga di sektor-sektor lain yang berpotensi memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Kolaborasi ini mencerminkan kesuksesan diplomasi ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia dan terus membuka peluang baru bagi pengusaha Indonesia di pasar internasional.


