Pada tanggal 28 Oktober 2025, Atdag Canberra mengadakan sesi pertemuan 1on1 pitching secara virtual. Sesi kali ini difokuskan pada pendampingan bagi Rini, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki spesialisasi pada produk daun pisang, sebuah komoditas agrikultur dengan potensi permintaan yang cukup tinggi di pasar Australia.
Pertemuan ini membahas secara mendalam rencana pengembangan bisnis dan pemetaan potensi ekspor. Berdasarkan data yang dipaparkan, saat ini penjualan produk baru dilakukan secara terbatas di pasar lokal di wilayah Lumajang, Jawa Timur, dan UMKM ini tercatat belum pernah melakukan ekspor. Sesi pitching ini digagas untuk mengidentifikasi kesiapan produk dan model bisnis sebelum melangkah ke pasar internasional.
Selain membahas aspek pemetaan pasar dan standar kualitas yang dibutuhkan, kedua pihak juga berdiskusi secara intensif mengenai tantangan dan kendala yang dihadapi. Kendala utama untuk produk ini diidentifikasi berada di sektor logistik. Mengingat daun pisang adalah produk segar (perishable), manajemen rantai dingin dan biaya pengiriman menjadi hambatan signifikan untuk bisa bersaing di pasar ekspor.
Kolaborasi dalam sesi konsultasi ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memberikan panduan yang realistis. Saran strategis telah diberikan oleh Atdag Canberra agar UMKM terkait untuk sementara tetap fokus mengembangkan pasar lokalnya dan memperluas jangkauan menjadi skala nasional. Penguatan kapasitas di pasar domestik ini penting, sambil secara paralel tetap aktif menjaga komunikasi dan menjajaki peluang dengan beberapa calon buyer di Australia maupun di negara lainnya.
Bagi para pelaku usaha yang berminat mengikuti program ini, pendaftaran dapat dilakukan secara langsung melalui situs www.tanya-atdag.au.

