Meeting Akhir Program TEFA SMK Telkom Purwokerto

Pada Kamis, 27 Februari 2025, Atase Perdagangan (Atdag) Canberra mengadakan rapat akhir dengan 18 siswa SMK Telkom Purwokerto yang telah menyelesaikan program Teaching Factory (TEFA). Program ini berlangsung dari Desember 2024 hingga Februari 2025 dan dilakukan secara digital atau online, memungkinkan para siswa untuk merasakan pengalaman kerja secara langsung tanpa harus hadir secara fisik di Australia. Melalui pendekatan ini, siswa dapat memahami bagaimana dunia profesional beroperasi dalam skala internasional, khususnya dalam sektor perdagangan antara Indonesia dan Australia.

Selama program TEFA, para siswa diberikan proyek yang berbeda sesuai dengan bidang keahlian mereka, terutama dalam pengembangan website dan pembuatan konten digital terkait ekspor-impor Indonesia-Australia. Beberapa siswa terlibat dalam pengembangan situs web yang bertujuan untuk memperkenalkan produk Indonesia ke pasar Australia, sementara lainnya mengelola dan membuat konten video edukatif untuk platform YouTube yang membahas peluang perdagangan, regulasi ekspor-impor, serta strategi bisnis antar kedua negara. Dengan sistem kerja online, para siswa mendapatkan kesempatan untuk bekerja secara profesional dalam lingkungan digital yang menuntut kreativitas, inovasi, serta pemahaman tentang teknologi dan pemasaran global.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga membekali siswa dengan pemahaman tentang dinamika bisnis internasional. Mereka belajar bagaimana mengoptimalkan website untuk menarik perhatian calon pembeli dari Australia, menyusun strategi pemasaran digital, serta mengelola media sosial untuk meningkatkan visibilitas produk Indonesia di pasar global. Pembuatan konten video edukatif juga memberikan wawasan mengenai pentingnya komunikasi yang efektif dalam memperkenalkan potensi ekspor Indonesia kepada audiens internasional.

Dengan pengalaman ini, para siswa diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi dunia kerja atau merintis usaha sendiri setelah lulus. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam pengembangan web dan produksi konten digital, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan perdagangan antarnegara. Keterampilan ini menjadi nilai tambah yang dapat membantu mereka berkontribusi dalam industri digital maupun sektor ekspor-impor di masa depan.

Atdag Canberra mengapresiasi kerja keras dan dedikasi para siswa dalam menyelesaikan program ini serta berharap pengalaman yang mereka dapatkan dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier mereka. Pembelajaran berbasis digital seperti ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk mendapatkan pengalaman internasional. Program TEFA menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat menghubungkan siswa dengan dunia industri secara lebih luas dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan global di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Info Terkait