

Sydney, 14 Juni 2024 – Atase Perdagangan RI di Canberra sukses mengantarkan para peserta pameran Global Sourcing Expo (GSE) Australia 2024 yang diadakan di Sydney pada 12-14 Juni 2024. Tak hanya fokus pada pameran, delegasi juga membangun jaringan bisnis yang luas dengan berbagai pemangku kepentingan di Australia.
GSE 2024 merupakan pameran dagang terkemuka di Australia yang berfokus pada produk fashion, termasuk tekstil, alas kaki, dan produk kulit. Pameran ini dihadiri oleh 900 peserta pameran dari 20 negara dan menarik 3.000 pengunjung.
Paviliun Indonesia hadir dengan desain berkelanjutan, fashionable, dan bernuansa kearifan lokal, seluas 54 m². “Konsep ini diharapkan dapat menarik minat pembeli internasional dan meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar global,” ujar Agung Haris Setiawan, Atase Perdagangan RI di Canberra.
Lokasi strategis dan desain minimalis Paviliun Indonesia terbukti efektif menarik pengunjung dan meraih penghargaan “Paviliun Terbaik”.
Terbukti, selama tiga hari pameran, Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan transaksi senilai USD 3,2 juta (Rp 51,2 miliar). Produk yang paling diminati antara lain pakaian jadi, tas, aksesoris dari kulit, dan alas kaki berbahan biodegradable.
Pada hari pertama, pelaku usaha Indonesia berhasil menjalin kesepakatan dagang dengan pembeli Australia senilai USD 1,2 juta (Rp 19,2 miliar). Lima negara pembeli terbesar adalah Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Filipina, dan Bangladesh.
Pameran GSE Australia 2024 juga dimanfaatkan untuk membangun jaringan bisnis dengan berbagai pihak di Australia, termasuk Australia Indonesia Business Council dan Senior Associate Priority Market (ASEAN) Trade and International-Investment New South Wales. Kesempatan ini tak luput untuk mempromosikan Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 yang akan dilaksanakan pada 9-12 Oktober 2024 di ICE BSD Tangerang.
Namun, Haris mencatat, “Optimalisasi Paviliun Indonesia di masa depan membutuhkan penganggaran yang lebih maksimal untuk meningkatkan kualitas desain, dekorasi, dan penyajian produk.”
Keberhasilan partisipasi Indonesia dalam pameran ini menunjukkan bahwa langkah ini sejalan dengan perjanjian Indonesia-Australia CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement).
“Australia, sebagai hub perdagangan di wilayah Australia dan Pasifik, membuka peluang pasar yang besar bagi produk-produk Indonesia,” jelas Haris.
Dengan partisipasi dan keberhasilan ini, Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Australia dan membuka peluang pasar global yang lebih luas untuk produk-produk unggulan tanah air.
