Pada 2 Mei 2025, Atase Perdagangan Canberra, Agung Haris Setiawan, menyelenggarakan kopdar bersama 50 pelaku UMKM ekspor di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan pembelajaran langsung mengenai peluang ekspor yang semakin terbuka lebar melalui pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam mendukung strategi pemasaran global.
Dalam sambutannya, Atdag menekankan pentingnya transformasi digital bagi UMKM agar dapat bersaing di pasar internasional. Teknologi seperti AI dinilai mampu membantu pelaku usaha dalam melakukan riset pasar, otomatisasi promosi, dan peningkatan pelayanan pelanggan secara efisien dan tepat sasaran.
Acara ini turut menghadirkan dua narasumber inspiratif. Yang pertama adalah Agung Setiawan, eksportir produk home decor yang sukses memulai usahanya dari latar belakang sebagai tukang parkir. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menembus pasar global. Narasumber kedua adalah Biyp Assegaf, eksportir furnitur dan founder Indonesia Direct, yang membagikan pengalaman membangun ekosistem ekspor berbasis komunitas dan strategi efektif menjalin hubungan dengan buyer luar negeri.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dengan para peserta antusias bertanya seputar tantangan ekspor, penggunaan platform digital, hingga bagaimana membangun branding produk yang kuat di pasar Australia. Atdag juga memaparkan dukungan yang tersedia melalui berbagai program pemerintah dan platform digital yang telah dikembangkan, seperti SATRIA dan ExportCampus.
Kopdar ini menjadi bagian dari komitmen Atdag Canberra untuk terus mendampingi dan membina UMKM Indonesia agar mampu bertransformasi menjadi pelaku ekspor yang adaptif, berdaya saing, dan siap memanfaatkan teknologi untuk menembus pasar dunia.
