
Auckland, 3 Juli 2024 – Pertemuan ke-21 ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Joint Comission (JC) yang diadakan di Auckland pada 26 Mei – 1 Juni 2024 menghasilkan poin-poin penting bagi Indonesia.
Pertemuan ini menyepakati usulan rektifiasi Bab Investasi dan Perdagangan Jasa dari Selandia Baru, Malaysia, dan Kamboja. Selain itu, dilakukan pembahasan persiapan pengumuman implementasi Protokol Kedua AANZFTA di Laos pada bulan September 2024.
Atase Perdagangan RI di Canberra, Agung Haris Setiawan, bersama dengan pegawai tugas belajar Kemendag di Selandia Baru, turut ambil bagian dalam mendampingi delegasi Indonesia dari Kementerian Perdagangan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam pertemuan penting ini.
Di sela perundingan, Atdag Canberra menjalin hubungan dengan KBRI Wellington untuk membahas potensi kerjasama, termasuk partisipasi pameran, program perdagangan, dan rencana pendirian vending machine produk Indonesia di Wellington. Pertemuan lanjutan di Sydney, Australia, juga direncanakan.
Atdag Canberra memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jaringan strategis dengan diaspora Indonesia di Selandia Baru. Pertemuan dilakukan dengan panitia pameran IndoExpo, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Auckland, pemilik resto Raos Indonesian Street Food, dan halal officer dari The Federation of Islamic Associations in News Zealand (FIANZ).
“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung upaya Kemendag dalam meningkatkan ekspor Indonesia ke Selandia Baru. Di luar perundingan resmi, kami juga aktif menjalin hubungan dengan berbagai pihak di Selandia Baru, termasuk diaspora Indonesia. Kami yakin bahwa sinergi yang solid melalui beragam kegiatan dan kerja sama strategis, akan membuka peluang baru yang signifikan bagi ekspor produk-produk Indonesia ke negara ini,” tegas Haris.
Menindaklanjuti pertemuan dengan FIANZ, Atdag Canberra menginisiasi kolaborasi strategis dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI). Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui partisipasi bersama dalam Jakarta Halal Expo and Conference yang akan diadakan pada 30 Agustus – 1 September 2024 mendatang.
“Dengan terbukanya peluang besar bagi produk halal Indonesia di pasar global, kami optimis bahwa pameran Jakarta Halal Expo and Conference merupakan platform yang ideal untuk memperkenalkan produk-produk halal Indonesia berkualitas tinggi kepada pasar global. Kami berharap hal ini kedepannya dapat mendorong peningkatan ekspor Indonesia dan memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan negara-negara Muslim,” pungkas Haris.
