Pada tanggal 30 Oktober 2025, Atdag Canberra mengadakan sesi 1on1 pitching yang terjadwal. Pertemuan ini dilaksanakan secara virtual bersama perwakilan dari CV. Turknezya Yogyakarta, sebuah unit usaha yang memiliki fokus pada pengembangan dan pengolahan produk turunan salak, termasuk pemanfaatan biji atau intinya.
Pertemuan ini difokuskan untuk membahas strategi dan langkah-langkah percepatan ekspor bagi olahan salak yang diproduksi oleh CV. Turknezya. Sesi ini digagas untuk memetakan potensi ekspor perusahaan secara serius, mengingat perusahaan ini telah memiliki kapasitas produksi yang cukup besar di level ±7 ton per bulan. Perusahaan ini juga tercatat sedang dalam proses riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk ke bentuk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Selain membahas aspek kapasitas dan inovasi produk, Atdag Canberra juga menyampaikan beberapa masukan strategis yang krusial. Ditekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi (kepatuhan regulasi) pangan di negara tujuan merupakan syarat mutlak. Oleh karena itu, disarankan agar CV. Turknezya melakukan uji pasar terlebih dahulu ke negara-negara terdekat seperti Malaysia dan Singapura sebelum menargetkan pasar Australia yang regulasinya lebih kompleks.
Kolaborasi dalam sesi konsultasi ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memberikan peta jalan yang realistis bagi pelaku usaha. Saat ini, buah salak segar memang belum bisa memenuhi standar ketat biosekuriti Australia. Meskipun demikian, ditegaskan kembali bahwa produk turunannya (olahan) masih memiliki peluang yang sangat terbuka, asalkan seluruh proses produksi dan pelabelan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.
Bagi para pelaku usaha yang berminat mengikuti program ini, pendaftaran dapat dilakukan secara langsung melalui situs www.tanya-atdag.au.

