1 on 1 Mentoring bersama PT. Djantara Global

Pada 20 November 2025, tim Atdag Canberra melaksanakan sesi mentoring 1-on-1 bersama Muhammad Dienul dari PT. Djantara Global sebagai bagian dari pendampingan bisnis untuk pelaku usaha Indonesia yang ingin memperluas pasar di Australia. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi intensif untuk memahami lebih jauh tantangan dan peluang nyata yang dihadapi eksportir Indonesia, khususnya di sektor kopi dan rempah. Melalui pendekatan personal, Atdag Canberra dapat memberikan rekomendasi yang lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Sesi mentoring diawali dengan pembahasan mengenai strategi ekspor kopi Indonesia, termasuk aspek produksi, pengolahan post-harvest, pengemasan, hingga diferensiasi produk agar mampu bersaing di pasar Australia yang memiliki standar kualitas tinggi dan preferensi konsumen yang sangat spesifik. Atdag Canberra menekankan pentingnya menjaga kualitas biji kopi, konsistensi tingkat sangrai (roast level), serta stabilitas cita rasa sebagai faktor yang menentukan keberlanjutan hubungan dengan buyer. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama dengan roaster dan distributor lokal yang dapat membuka akses pasar yang lebih luas.

Pembahasan kemudian berlanjut pada potensi ekspor rempah-rempah, terutama kayu manis, kapulaga, dan jenis rempah lainnya yang memiliki permintaan stabil di Australia. Atdag Canberra menjelaskan kebutuhan pasar terkait standar food safety, persyaratan residu pestisida, serta pentingnya sertifikasi tertentu untuk meningkatkan daya saing produk. PT. Djantara Global menyampaikan minat mereka untuk memperluas varian produk ekspor, dan melalui mentoring ini diperoleh gambaran mengenai bagaimana penyesuaian kualitas, bentuk kemasan, dan pengaturan volume dapat diselaraskan dengan karakter pasar Australia.

Aspek teknis seperti verifikasi pembeli juga menjadi topik penting dalam sesi mentoring ini. Atdag Canberra memberikan panduan mengenai penggunaan Australian Business Number (ABN) sebagai alat verifikasi legalitas dan keberadaan buyer, sehingga eksportir dapat meminimalkan risiko transaksi dan meningkatkan kredibilitas dalam proses negosiasi. Selain itu, dibahas pula pentingnya komunikasi yang profesional, penggunaan kontrak yang jelas, serta pemahaman tentang struktur harga di pasar Australia agar eksportir dapat menghindari kerugian akibat fluktuasi harga atau ketidaksesuaian biaya logistik.

Pertemuan ini menegaskan bahwa untuk memasuki pasar Australia, eksportir perlu mengutamakan kualitas produk, konsistensi pasokan, stabilitas harga, dan kepatuhan terhadap standar lokal. Atdag Canberra juga menekankan kesiapan untuk terus mendampingi PT. Djantara Global melalui konsultasi lanjutan, fasilitasi business matching, maupun bimbingan teknis terkait akses pasar. Sesi mentoring 1-on-1 ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KBRI Canberra untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di luar negeri dan memastikan UMKM serta eksportir nasional memiliki kapasitas yang memadai untuk menembus pasar Australia secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Info Terkait