Pada 6 November 2025, Atdag Canberra melaksanakan sesi 1-on-1 pitching dengan PT Hanari Coffee Indonesia, diwakili oleh Poetrie Bustamam. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat koneksi antara eksportir kopi Indonesia dan calon pembeli di Australia. Diskusi berlangsung dengan fokus pada isu harga, kondisi rantai pasokan, serta langkah koordinasi strategis untuk menjaga kepercayaan mitra dagang di luar negeri.
Dalam pertemuan tersebut, Atdag Canberra menyampaikan adanya masukan dari salah satu pembeli di Australia yang menyatakan kekecewaan terkait kenaikan harga kopi setelah penandatanganan kontrak. Situasi ini dianggap penting untuk segera ditindaklanjuti, mengingat konsistensi harga dan transparansi merupakan faktor krusial dalam menjaga hubungan bisnis jangka panjang. Atdag Canberra menekankan perlunya komunikasi yang lebih jelas dan terstruktur agar potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan.
Menanggapi hal tersebut, Poetrie Bustamam menjelaskan kondisi terkini mengenai harga kopi Robusta dan Arabica yang berada pada kisaran Rp 70.000 hingga Rp 90.000. Penjelasan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai fluktuasi harga di tingkat produsen maupun eksportir. Informasi tersebut juga menjadi dasar penting dalam merumuskan penawaran harga yang realistis bagi pembeli Australia, sehingga perusahaan tetap kompetitif tanpa mengorbankan margin usaha.
Selain membahas harga, pertemuan ini turut mengulas kondisi rantai pasokan kopi yang memengaruhi stabilitas harga dan kemampuan pemenuhan kontrak. Atdag Canberra dan PT Hanari Coffee Indonesia mendiskusikan pentingnya memastikan kontinuitas pasokan, kualitas produk, serta kesiapan dokumentasi ekspor. Penguatan pada aspek-aspek ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa produk kopi Indonesia dapat tersampaikan sesuai ekspektasi pasar Australia.
Sebagai tindak lanjut konkret, Atdag Canberra menyarankan Mutia untuk mengirimkan email berisi foto produk, spesifikasi lengkap, serta detail teknis yang dibutuhkan oleh calon buyer di Australia. Informasi ini akan difasilitasi dan dikomunikasikan lebih lanjut oleh Atdag Canberra kepada pembeli terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki komunikasi, menumbuhkan kembali kepercayaan, serta membuka peluang kerja sama yang lebih solid antara eksportir Indonesia dan mitra dagang di Australia.

