Pada 16 Oktober 2025, Atase Perdagangan (Atdag) Canberra menjadi salah satu narasumber dalam seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan ini membahas potensi serta peluang ekspor produk alat kesehatan (alkes) dan farmasi Indonesia ke kawasan Asia dan Oceania.
Dalam paparannya, Atdag Canberra menyoroti bahwa meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan pascapandemi telah mendorong permintaan terhadap perangkat medis dasar (seperti disposables, wound care, dan alat diagnosis sederhana), peralatan diagnostik point-of-care, serta produk farmasi esensial. Dari sisi daya saing, industri alkes dan farmasi Indonesia dinilai memiliki keunggulan biaya produksi, kapasitas manufaktur yang terus meningkat, serta kualitas yang semakin memenuhi standar internasional.
Lebih lanjut, Atdag Canberra menyampaikan peta jalan (roadmap) penetrasi pasar yang mencakup tiga aspek utama:
- Kepatuhan regulasi, yaitu pemetaan standar dan sertifikasi di setiap negara tujuan, termasuk sertifikasi mutu pabrik, keamanan produk, pelabelan, dan uji klinis bila diperlukan.
- Akses pasar dan kemitraan, melalui strategi masuk dengan distributor lokal, kerja sama white-label/OEM, serta kolaborasi dengan jaringan rumah sakit, klinik, dan buying group.
- Logistik dan pembiayaan, yang meliputi penguatan rantai pasok, konsolidasi pengiriman, serta pemanfaatan fasilitas pembiayaan ekspor.
Atdag juga menekankan pentingnya dokumentasi mutu, hasil uji laboratorium terakreditasi, dan kesiapan audit agar proses registrasi produk di negara tujuan dapat berjalan lancar dan efisien.
Sebagai tindak lanjut konkret, Atdag Canberra mengusulkan sejumlah langkah strategis, antara lain klinik regulasi bagi eksportir untuk penyusunan dossier produk, market sounding terarah dengan calon distributor di Australia, Selandia Baru, dan pasar Asia terdekat, serta pemetaan product-market fit per segmen (rumah sakit, klinik, home-care). Selain itu, juga akan disiapkan paket promosi terpadu melalui business matching, partisipasi pada pameran kesehatan internasional, dan kampanye digital B2B.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan industri semakin kuat, serta dapat mempercepat kesiapan teknis dan regulatori untuk memperluas ekspor produk alkes dan farmasi Indonesia secara berkelanjutan di pasar Asia dan Oceania.

