Sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Australia, Inter Port Global (IPG), salah satu delegasi asal Australia, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Kunjungan ini difasilitasi oleh Atase Perdagangan (Atdag) Canberra sebagai upaya memperkuat hubungan investasi dan logistik maritim antara kedua negara.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas peluang investasi di sektor pelabuhan, khususnya pengembangan infrastruktur dan layanan logistik yang dapat menunjang kelancaran arus barang antarnegara. IPG menilai bahwa Pelabuhan Bitung memiliki potensi strategis sebagai pintu gerbang utama Indonesia bagian timur yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan ekspor-impor dengan Australia.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah pembahasan rencana implementasi jalur pelayaran langsung (regular direct shipping route) antara Indonesia dan Australia. Jalur ini direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026, dan diharapkan mampu memangkas waktu serta biaya pengiriman barang antara kedua negara, sekaligus memperkuat efisiensi rantai pasok perdagangan.
Dalam diskusi yang berlangsung, IPG bersama perwakilan pelabuhan Bitung membahas berbagai aspek teknis, termasuk kesiapan fasilitas pelabuhan, prosedur kepabeanan, serta potensi kerja sama dalam pengelolaan logistik. Kunjungan ini juga menjadi langkah konkret menuju peningkatan konektivitas ekonomi lintas batas di kawasan Asia-Pasifik.
Melalui kunjungan IPG ke Bitung, diharapkan kerja sama antara Indonesia dan Australia di bidang maritim dan perdagangan semakin erat. Kehadiran jalur pelayaran langsung nantinya diyakini akan menjadi katalis penting bagi peningkatan volume perdagangan bilateral, mempercepat ekspor komoditas unggulan Indonesia, serta membuka peluang investasi baru di sektor logistik nasional.

