Atdag Canberra melaksanakan penilaian akhir terhadap peserta Program TEFA (Teaching Factory) Batch 2 Tahun 2025 dari SMK Telkom Purwokerto. Sebanyak 22 pelajar mengikuti program ini secara daring selama dua bulan dengan menjadikan kantor Atdag Canberra sebagai mitra pembimbing.
Selama program berlangsung, para pelajar mengerjakan berbagai proyek berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan perdagangan internasional. Beberapa hasil karya yang dihasilkan meliputi pengembangan website, pengelolaan konten media sosial, hingga pembuatan game edukasi bertema ekspor.
Beragam proyek tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas, namun juga kemampuan teknis para pelajar dalam mengaplikasikan keterampilan digital mereka secara nyata. Program ini menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital global.
Atdag Canberra memberikan apresiasi atas semangat belajar, adaptasi, dan profesionalisme para peserta meskipun program dilakukan sepenuhnya secara daring lintas negara. Pendampingan secara periodik tetap berjalan efektif dengan memanfaatkan berbagai platform kolaborasi online.
Ke depan, diharapkan program TEFA seperti ini dapat terus diperluas dan melibatkan lebih banyak siswa, sehingga semakin banyak talenta muda Indonesia yang siap bersaing di pasar tenaga kerja global, khususnya dalam mendukung penguatan sektor ekspor nasional.

