Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Helvi Y Moraza, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, serta Presiden Direktur Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Swasti Pradana hadir dalam peluncuran resmi Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang berlangsung di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada tanggal 20 Februari 2025. Kehadiran para pejabat tinggi dan pimpinan lembaga keuangan ini mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong ekspor nasional dan memperluas pasar produk Indonesia di tingkat global.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan harapan besar terhadap pelaksanaan TEI 2025 yang ditargetkan mampu menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 408,25 triliun. Target ini menjadi penanda optimisme pemerintah dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif, dengan mendorong partisipasi UMKM, pelaku usaha besar, diaspora, serta buyer internasional. Menurut Airlangga, Trade Expo Indonesia tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga forum strategis untuk menjalin kerja sama perdagangan jangka panjang yang berkelanjutan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menyampaikan bahwa TEI 2025 akan dikemas lebih modern dan atraktif, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau buyer dari berbagai belahan dunia. Ia menekankan pentingnya digitalisasi dan inovasi dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap dinamika global. Trade Expo Indonesia tahun ini akan mengusung tema besar yang mengedepankan keberlanjutan, pemberdayaan UMKM, serta perluasan akses pasar melalui berbagai sektor unggulan Indonesia seperti produk makanan dan minuman, furnitur, tekstil, dan produk industri kreatif.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti turut menyoroti keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam rantai ekspor. Menurutnya, TEI 2025 akan membuka lebih banyak ruang bagi pelaku usaha baru, terutama dari sektor UMKM yang digerakkan oleh wirausaha muda dan perempuan, agar dapat memperkenalkan produknya ke pasar internasional. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan inklusif dan berkelanjutan yang diusung pemerintah dalam strategi perdagangan luar negeri.
Selain itu, dalam sesi terpisah, Wakil Menteri UMKM Helvi Y Moraza menegaskan bahwa kementeriannya siap berkolaborasi dalam menyiapkan pelaku usaha kecil dan menengah agar siap ekspor, baik dari segi kualitas produk, packaging, hingga akses pembiayaan. Sementara itu, Bank Mandiri dan Debindomulti Adhiswasti sebagai mitra strategis TEI 2025 menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan dari sisi finansial dan penyelenggaraan teknis. Diharapkan, kolaborasi ini akan menjadikan Trade Expo Indonesia 2025 sebagai salah satu pameran dagang terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.
